YOGYAKARTA – Potensi pasar haji dan umrah di Indonesia yang terus meningkat setiap tahun membuka peluang karier bagi mahasiswa Sastra Arab, khususnya melalui penguasaan bahasa Arab yang dipadukan dengan kompetensi profesional. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam perkuliahan Kewirausahaan dan Pengembangan Diri yang diikuti mahasiswa Program Studi Sastra Arab Universitas Gadjah Mada pada 21 September 2026. Mengangkat tema “Pengelolaan Haji dan Umrah”, perkuliahan tersebut menghadirkan Kuwat Prasetya, S.S., Founder Biro Haji dan Umrah Nur Ramadhan, sebagai pemateri.
Pembelajaran diawali dengan pembahasan mengenai strategisnya kemampuan bahasa Arab dalam dunia kerja. Kuwat menjelaskan bahwa lulusan Sastra Arab tidak hanya memiliki peluang karier di bidang pendidikan dan diplomasi, tetapi juga dalam penyelenggaraan haji dan umrah serta layanan Saudi handling. Pemahaman mengenai sistem penyelenggaraan haji dan umrah menjadi bekal penting bagi mereka yang ingin berkarier di bidang tersebut. Kuwat menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis penyelenggaraan haji, yaitu haji reguler, haji khusus, dan haji mujamalah, yang memiliki mekanisme, biaya, dan ketentuan keberangkatan berbeda. Sementara itu, penyelenggaraan umrah terdiri atas layanan reguler dan plus. Selanjutnya, pemahaman terhadap ketentuan visa menjadi hal krusial yang harus diketahui bagi tenaga profesional yang bekerja di bidang perjalanan dan layanan haji dan umrah. Kuwat menjelaskan bahwa visa Arab Saudi memiliki jenis dan fungsi yang berbeda dengan visa haji dan umrah, visa yang berlaku pada musim haji tidak serta-merta dapat digunakan untuk melaksanakan ibadah haji.
Kemudian Kuwat turut memaparkan sejumlah alternatif karier di bidang tersebut, mulai dari hotel specialist, ticketing, visa umrah specialist, tour planner, handling specialist, marketing, customer service, finance, social media specialist, tour guide, mutawif, tour leader, hingga IT support. Menurutnya, setiap posisi membutuhkan kompetensi yang sesuai yang diperkuat melalui sertifikasi.
“Bahasa Arab membuka pintu. Kompetensi membuat Anda diterima. Integritas membuat Anda dipercaya. Profesionalisme membuat Anda bertahan,” pungkasnya. Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa Sastra Arab untuk mulai menyusun strategi pengembangan karier dan mempersiapkan kompetensi yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dituju. Hal tersebut perlu disertai integritas, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada jamaah. Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Quality Education dan SDG 8 Decent Work and Economic Growth.
Penulis : Hashifa Zara Ahfiyani