Pengukuhan Prof. Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S., Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Budaya Arab UGM.

Yogyakarta, 3 Oktober 2023 – Dosen Departemen Antarbudaya, Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Budaya Arab, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada di Balai Senat, Gedung Pusat UGM. Dalam pidato Guru Besarnya, beliau menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Kontiguitas Budaya Arab dengan Budaya Barat, Perspektif Interaksionisme Simbolis”.

Sebelum acara dimulai, MC membacakan profil singkat dari Prof. Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S., mulai dari riwayat hidup, pendidikan, hingga karir-karir beliau. Pengukuhan Guru Besar yang dilaksanakan di Balai Senat UGM ini dibuka langsung oleh Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc., dan dilanjutkan dengan pembacaan kutipan surat keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Republik Indonesia yang telah ditetapkan di Jakarta, 14 Juni 2023 oleh Nadiem Anwar Makarim, Mendikbudristek. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pidato pengukuhan Guru Besar oleh beliau sendiri, Prof. Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.

Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa bangsa Arab merupakan satu entitas masyarakat plural dan multikultural yang bermukim di benua Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika, serta sejumlah kecil di Australia. Bangsa arab yang berada di dunia Arab dan di luar dunia Arab bukan sekedar mozaik sekte, suku, komunitas lokal, dan entitas regional. Tetapi juga mereka membawa potensi persatuan dan perpecahan. Kondisi bangsa Arab dalam perjalanan panjang sejarahnya terus menerus menarik perhatian dunia, karena dalam diri mereka terdapat segala macam polaritas dan orientasi yang saling berkontiguitas. Di dunia Arab terdapat Persatuan versus Fragmentasi, Tradisi versus Modern, Sakral versus Sekuler, dan Timur versus Barat.

Prof. Fadlil menyatakan “Secara Geobudaya, bangsa Arab selalu ditempatkan sebagai Timur yang selalu berjuang menuju kemajuan. Sedangkan bangsa Eropa dan Amerika selalu diposisikan sebagai Barat yang sedang menikmati kemajuan dan bahkan sedang menuju puncak kejayaan di segala bidang, terutama di bidang kebudayaan dan sastranya”.

Pidato beliau memuat lima masalah pokok yang akan dijawab dan dibahas. Pertama, terjadi kontiguitas budaya Arab dengan budaya Barat dalam fakta sastra dan fakta sosio-historis. Kedua, entitas sastra dan budaya Arab pra-modern disimpulkan melalui lebah dan madu. Ketiga, kemunculan sastra Kristen di dunia Arab dan adanya fakta simbolis terjalinnya persahabatan intelektual antara Arab, Islam, dan Kristen. Keempat, simbolisme pedang dan pena dalam sastra dan budaya Arab pra-modern. Kelima, kompleksitas kehidupan masyarakat Arab yang disimpulkan dalam empat novel modern, yang keempatnya berkontiguitas dengan budaya Barat.

“Kontiguitas Budaya Arab dengan Budaya Barat dalam Perspektif Interaksionisme Simbolis dipandang sebagai dua entitas budaya yang berbeda yang masing-masing berfungsi menyoroti dunia Arab dan dunia Barat sebagai realitas kultural”, tegas Prof. Fadlil.

Di penghujung acara, dilakukan pengalungan samir Guru Besar oleh Sekretaris Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada kepada beliau, Prof. Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S., dan dilanjutkan mushafahah segenap keluarga besar Prof. Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S. dengan sejumlah Guru Besar Universitas Gadjah Mada serta tamu undangan yang hadir di dalam ruangan tersebut.

 

Simak selengkapnya di Youtube 

Naskah pidato pengukuhan dapat diunduh disini

Penulis: Muhamad Muhyiddin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.