Arsip:

Akademik

IKMASA Gelar “Arab World Youth Summit” – A Biennial Forum for Young People

IKMASA Gelar “Arab World Youth Summit” – A Biennial Forum for Young People

Yahudi Bukan Berarti Israel, Israel Belum Tentu Zionis. 

Akankah narasi nasionalis Yahudi “Zionisme” kini menjelma menjadi alat politik demi legitimasi ekspansi Israel? Lantas, di mana posisi Indonesia sebagai juru damai di kancah internasional dalam konflik Palestina – Israel?

Yogyakarta, 8 November 2025 – Ikatan Mahasiswa Sastra Arab (IKMASA), Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada menggelar acara “Arab World Youth Summit” bertema “Menentukan Arah: Narasi Besar dan Langkah Strategis Indonesia di Dunia Arab” pada Sabtu (8/11) di Auditorium Poerbatjaraka, FIB UGM. Rangkaian kegiatan Arab World Youth Summit meliputi jelajah kampus, sahara panel diskusi, focus group discussion, sesi presentasi, personal speech, hingga awarding session.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tamu undangan serta 45 delegasi yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa dari Indonesia dan berbagai negara, termasuk Pakistan, Tanzania, Palestina, dan Kenya.

Sebelum acara pembukaan berlangsung, para delegasi mengikuti kegiatan jelajah kampus yang didampingi oleh delapan co-fasilitator dari setiap firqah, yaitu Suriah, Palestina, Libya, Maroko, Irak, Qatar, Tunisia, dan Mesir. Rute kegiatan dimulai dari FIB dan melintasi sejumlah fakultas di lingkungan UGM, antara lain Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Kehutanan, hingga Gedung Pusat (GSP) dan Balairung UGM. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat komunikasi dan membangun semangat kolaboratif antar peserta selain untuk memperkenalkan lingkungan UGM. Setelah semua firqah kembali ke titik awal di FIB, acara dilanjutkan dengan sesi coffee break sebagai waktu jeda sebelum rangkaian kegiatan resmi dimulai.

Setelah sesi coffee break, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh pembawa acara. Kemudian berlanjut pada sesi sahara panel diskusi bersama dua narasumber utama, Mohammed Adil Salim Algoul, S.T., M.T., M.Ag., Imam dan Khatib Masjid Al-Ikhlas Nuseirat, Gaza; serta Prof. Dr. Siti Muti’ah Setiawati, M.A., Guru Besar Bidang Geopolitik Timur Tengah FISIPOL UGM. Sesi diskusi dimoderatori oleh Azky Zidane Qoimul Haq, selaku Project Director Madara UGM. Sesi tersebut membahas terkait konflik Palestina – Israel dan peranan Indonesia di dalamnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Siti Muti’ah Setiawati menegaskan bahwa Indonesia telah menandatangani Deklarasi Hak Asasi Manusia PBB pada 10 Desember 1948. Ia menilai bahwa hak-hak bangsa Palestina telah dirampas, sedangkan Israel telah melanggar hukum internasional, hak asasi manusia, dan hukum humaniter.

Sementara itu, Mohammed Adil Salim Algoul menyampaikan bahwa,

“Amerika kontrol Israel itu salah. Kata orang politik sendiri, Pak Presiden Amerika sendiri mengatakan bahwa Israel mengontrol Amerika, karena ada lobi Zionis di sana. Kata Zionis lebih besar dari Israel.”

Beliau juga menambahkan bahwa zionisme memiliki kecakapan dalam menciptakan istilah-istilah untuk membentuk narasi sosial, sebagaimana dalam sejarah Indonesia muncul pembagian antara kaum santri, priyayi, dan abangan yang merupakan bentuk politik devide et impera. Menurutnya, Palestina perlu melawan hal tersebut dengan menciptakan narasi dan istilah tandingan.

Kemudian, kegiatan berlanjut dengan Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh seluruh delegasi Arab World Youth Summit. FGD berlangsung selama 45 menit dan menjadi ruang dialog, kolaborasi, serta perumusan narasi besar dan langkah strategis Indonesia di kawasan dunia Arab. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi kelompok serta personal speech untuk melatih kemampuan  berbicara setiap delegasi di depan publik.

Menjelang penutupan acara, dilakukan pembacaan hasil awarding IMPACT (Interdisciplinary Madara Essay Presentation Competition), sebuah kompetisi esai tingkat nasional yang terdiri atas dua kategori, yakni pelajar dan mahasiswa. Selain itu, diumumkan pula penghargaan Best Group Presentation, yang diraih oleh kelompok Suriah, serta penghargaan The Most Outstanding Delegate at the Arabic World Youth Summit 2025, yang diraih oleh As’ad Najmuddin, mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII).

Rangkaian kegiatan Arab World Youth Summit menunjukkan bahwa Madara UGM bukan sekadar portal media atau forum diskusi, melainkan cerminan pentingnya dialog dan keberanian untuk berpikir lintas batas, selaras dengan  SDGs 4 (Quality Education),  SDGs 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals)

Masa depan dunia ditentukan oleh mereka yang berani membuka ruang pertemuan, bukan membangun sekat. Kini, giliran kita,  generasi muda Indonesia  menentukan arah diplomasi, membangun narasi besar, dan merumuskan langkah strategis menuju dunia Arab.

 

Penulis: Hashifa Zara Ahfiyani

 

#SASTRAARABUGM

#MADARAUGM

#SDGs4:QualityEducation

#SDGs16:Peace,Justice,andStrongInstitutions

#SDGs17:PartnershipsfortheGoals

Program Studi Magister Kebudayaan Timur Tengah UGM Gelar Kuliah Umum Internasional Bersama Prof. Ayman Shihadeh dari University of London

Program Studi Magister Kebudayaan Timur Tengah dan Sastra Arab UGM Gelar Kuliah Umum Internasional Bersama Prof. Ayman Shihadeh dari University of London

Join us for an inspiring lecture by:

Prof. Ayman Shihadeh
Professor of Islamic Intellectual History at The School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London

 

🗣 Topic:
Scepticism and Tolerance: A Case from Premodern Islamic Thought

🗓 Thursday, 13 November 2025
🕘 09.00–11.00 Jakarta Time
📍 Soegondo Auditorium, Faculty of Cultural Sciences, UGM

👨‍🏫 Moderator: Tohir Mustofa, M.A.
Lecturer in Arabic Study Program, UGM

 

📚 Hosted by:
– Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
– Arabic Study Program
– Middle Eastern Cultural Studies

 

Registration Link:
https://bit.ly/IPLProfAymanShihadeh

 

#UGM #KBTTUGM #IKMASAUGM #IMABTAUGM #PascasarjanaUGM #AlittihadAsasunNajah

Mahasiswa Sastra Arab UGM Kembangkan Personal Branding melalui Digital Content Creation dalam Pertemuan Kesepuluh Kuliah Kewirausahaan

Mahasiswa Sastra Arab UGM Kembangkan Personal Branding melalui Digital Content Creation dalam Pertemuan Kesepuluh Kuliah Kewirausahaan

Yogyakarta, 3 November 2025 – Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada kembali melanjutkan pertemuan kesepuluh mata kuliah Kewirausahaan dengan tema “Optimalisasi Potensi Digital dalam Pengembangan Usaha.” Pertemuan kali ini masih berfokus pada topik yang sama seperti pertemuan sebelumnya, yaitu pemanfaatan media digital untuk promosi usaha, namun dengan pendekatan yang lebih aplikatif melalui review hasil tugas kelompok mahasiswa.

Dalam pertemuan ini, dosen pengampu sekaligus narasumber, Reisa Nurma Boruregar, S.S., memfokuskan sesi kuliah pada peninjauan karya mahasiswa berupa video kreatif yang berisi rencana pribadi dalam lima tahun yang akan datang. Melalui penugasan ini, mahasiswa Sastra Arab diajak untuk memproyeksikan tujuan hidup mereka dalam lima tahun kedepan, seperti target kelulusan, rencana melanjutkan studi S2, hingga aspirasi karier profesional, dan memvisualisasikan ide-ide tersebut ke dalam bentuk video kreatif yang menarik dan out of the box.

Tujuan dari penugasan ini adalah untuk melatih mahasiswa membangun personal branding dan promosi diri melalui media digital, selaras dengan tuntutan dunia kerja masa kini yang semakin mengedepankan eksistensi digital dan citra profesional di ruang publik online. Setiap kelompok menampilkan hasil karyanya di kelas, kemudian mendapatkan masukan langsung dari Reisa dan rekan-rekan mahasiswa lainnya terkait aspek visual, naratif, dan strategi komunikasi yang digunakan.

Melalui pertemuan kesepuluh ini, mahasiswa Sastra Arab belajar menyusun strategi promosi digital untuk bisnis dari penugasan kelompok yang telah dilakukan. Tak hanya itu, pendekatan pembelajaran berbasis proyek ini menjadi bukti nyata bahwa perkuliahan kewirausahaan di Sastra Arab UGM tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik melalui mendorong mahasiswa untuk mengeluarkan kreativitasnya dalam bentuk video.

Perkuliahan Kewirausahaan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pendidikan yang aplikatif dan berbasis keterampilan abad ke-21, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan menyiapkan mahasiswa agar siap bersaing di dunia kerja kreatif dan digital, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dengan mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pengembangan potensi diri dan kewirausahaan berkelanjutan.

 

Penulis: Muhammad Ardiansyah

 

#SastraArabUGM

#SDGs4:QualityEducation

#SDGs8:DecentWorkandEconomicGrowth

#SDGs9:Industry,Innovation,andInfrastructure

Mahasiswa Sastra Arab UGM Pelajari Strategi Promosi Digital dalam Wirausaha dalam Pertemuan Kesembilan Kuliah Kewirausahaan

Mahasiswa Sastra Arab UGM Pelajari Strategi Promosi Digital dalam Wirausaha dalam Pertemuan Kesembilan Kuliah Kewirausahaan

Yogyakarta, 27 Oktober 2025 – Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada kembali melanjutkan rangkaian perkuliahan Kewirausahaan pada pertemuan kesembilan dengan menghadirkan narasumber inspiratif, Reisa Nurma Boruregar, S.S., Seorang wirausaha muda dan praktisi digital marketing, sekaligus alumni Sastra Arab UGM. Pada kesempatan ini, Reisa membagikan materi bertajuk “Pengembangan Wirausaha Melalui Promosi Digital” yang berfokus pada strategi promosi, branding, serta pemanfaatan media digital untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.

Dalam kuliahnya, Reisa membuka sesi dengan kisah perjalanannya merintis bisnis dari nol — mulai dari berjualan melalui Blackberry Messenger hingga mengembangkan berbagai lini usaha seperti ReisaGarage, Jogja Nasi Bento, dan Layana Indonesia. Ia menekankan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap perubahan algoritma media sosial dan tren digital. Menurutnya, salah satu kesalahan umum pelaku bisnis adalah enggan mengikuti perkembangan teknologi dan tren iklan digital, padahal hal tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga eksistensi usaha di era modern.

Mahasiswa diajak memahami bagaimana memilih platform yang tepat untuk berjualan, mengenali target pasar, hingga mencari produk dan pemasok yang sesuai dengan permintaan konsumen (supply and demand). Reisa juga memperkenalkan berbagai tools digital yang dapat digunakan untuk riset pasar, menemukan produk populer, serta mengidentifikasi konten yang memiliki performa tinggi di TikTok dan Shopee.

Materi kemudian berlanjut pada strategi promosi digital, baik yang berbayar maupun tidak. Reisa menjelaskan bahwa promosi berbayar dapat dilakukan melalui kolaborasi konten (collab post), endorsement, sistem affiliate marketing, hingga penggunaan iklan di platform digital. Sementara itu, promosi non-berbayar dapat dimaksimalkan melalui konten organik yang bersifat relatable, menghibur, inspiratif, informatif, serta memiliki visual menarik dan mengundang interaksi audiens.

Selain membahas promosi, perkuliahan kali ini juga menyinggung pentingnya penentuan harga yang realistis berdasarkan struktur biaya, seperti biaya produksi, operasional, pajak, komisi, dan margin keuntungan. Mahasiswa didorong untuk berpikir strategis dalam menentukan harga jual serta menetapkan target penjualan agar dapat mencapai pendapatan yang berkelanjutan.

Melalui sesi ini, mahasiswa Sastra Arab UGM tidak hanya belajar mengenai teknik pemasaran digital, tetapi juga memahami bagaimana kreativitas dan literasi digital dapat diubah menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dengan memberikan pembelajaran aplikatif di bidang kewirausahaan, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong lahirnya wirausaha muda yang adaptif terhadap teknologi, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pemanfaatan inovasi digital dalam pengembangan bisnis yang berdaya saing dan berkelanjutan.

 

Penulis: Muhammad Ardiansyah

 

#SASTRAARAB

#SASTRAARABUGM

#FIBUGM

#SDGs4:QualityEducation

#SDGs8:DecentWorkandEconomicGrowth

#SDGs9:Industry,Innovation,andInfrastructure