Arsip:

Prestasi

Mahasiswa Sastra Arab UGM Pelajari Bahasa Mandarin dan Budaya Taiwan lewat Summer Course

YOGYAKARTA – Belajar bahasa asing tidak selalu harus dimulai dari buku dan ruang kelas. Hal tersebut dirasakan Shang Narendra, mahasiswa Sastra Arab UGM angkatan 2022, yang menjadi satu-satunya perwakilan Universitas Gadjah Mada dalam 2026 Mandarin Summer Camp Short Term Study Program di Taiwan. Program subsidi dari Kementerian Pendidikan Taiwan tersebut berlangsung di Da Yeh University (大葉大學), Changhua, Taiwan, pada 22 Juli–4 Agustus 2026.

Program yang diselenggarakan melalui Official Taiwan Education Center Indonesia bekerja sama dengan perguruan tinggi di Taiwan ini mempertemukan mahasiswa internasional untuk mempelajari bahasa Mandarin sekaligus mengenal budaya Taiwan. Bagi Shang Narendra yang kerap disapa Adam, kesempatan tersebut berawal dari keinginannya untuk mempelajari bahasa asing langsung di lingkungan penuturnya. Sebagai mahasiswa Sastra Arab, ia terbiasa melihat bahasa tidak hanya dari struktur dan kosakata, tetapi juga dari budaya, masyarakat, dan konteks penggunaannya.

Selama program, peserta mengikuti kelas Mandarin pada pagi hari dan berbagai kegiatan budaya pada sore hari. Setibanya di Da Yeh University, peserta terlebih dahulu mengikuti Test of Chinese as a Foreign Language (TOCFL) untuk mengetahui kemampuan bahasa Mandarin dan menentukan penempatan kelas. Pembelajaran kemudian dilengkapi dengan kegiatan praktik, seperti memasak, kerajinan tangan, aroma therapy, fabric painting, kaligrafi tradisional Tiongkok, hingga membuat semprotan anti nyamuk khas Taiwan.

Pengalaman lintas budaya juga terasa dalam kehidupan sehari-hari di asrama. Peserta dari berbagai universitas dan negara tinggal bersama sehingga komunikasi berlangsung dalam bahasa yang beragam, terutama bahasa Inggris dan Mandarin. Adam bahkan sesekali menggunakan Google Translate ketika keterbatasan bahasa membuat percakapan terhenti. Ia juga berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal saat membeli kebutuhan sehari-hari. Dari situ, ia belajar bahwa keberanian berkomunikasi dan kemampuan beradaptasi sering kali sama pentingnya dengan penguasaan tata bahasa.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Adam adalah final project berupa roleplay bersama kelompok yang terdiri atas enam mahasiswa dari latar belakang berbeda. Dalam waktu yang relatif singkat, ia dan anggota kelompoknya harus menggunakan bahasa Mandarin untuk berdiskusi, membagi tugas, dan mempersiapkan penampilan. Program ini juga mengajak peserta mengunjungi Sun Moon Lake di Nantou, yang menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengenal sisi lain Taiwan di luar lingkungan kampus.

Bagi Adam, pengalaman belajar Mandarin di Taiwan turut mengubah cara pandangnya sebagai mahasiswa Sastra Arab. Ia semakin melihat bahwa pembelajaran bahasa tidak dapat dipisahkan dari budaya dan masyarakat yang menggunakannya. Pengalaman tersebut juga melatih kemampuan mendengar, berbicara, memahami konteks komunikasi, serta beradaptasi dengan lingkungan baru. Mempelajari bahasa lain justru memberinya perspektif baru untuk memahami bahasa Arab secara lebih luas, bukan sekadar melalui teori yang dipelajari di kelas.

Summer course tersebut sekaligus menjadi pengalaman bagi Adam untuk keluar dari zona nyaman. Ia menemukan bahwa mahasiswa Sastra Arab memiliki kesempatan untuk mempelajari bahasa dan budaya lain tanpa harus meninggalkan bidang yang sedang ditekuni. Dengan mengenal lebih banyak bahasa dan masyarakat, mahasiswa dapat membawa perspektif baru dalam memahami bahasa Arab sekaligus mempersiapkan diri untuk berinteraksi di lingkungan yang semakin lintas budaya.

Penulis: Indana Zulfa Maulida

Tiga Mahasiswa Sastra Arab UGM Ukir Prestasi di Olimpiade Bahasa Arab Internasional

Tiga Mahasiswa Sastra Arab UGM Ukir Prestasi di Olimpiade Bahasa Arab Internasional

Malaysia, 16 Desember 2025 – Tiga mahasiswa Sastra Arab menorehkan prestasi pada ajang Modern Languages Olimpiade 3.0 atau MLO 3.0 yang digelar di Universiti Teknologi MARA UiTM, Shah Alam, Malaysia, dengan puncak acara pada 16 Desember 2025. Kompetisi bertaraf internasional ini mempertemukan peserta dari berbagai negara dalam lomba kebahasaan multibahasa.

Pada cabang Poetry Recital Arabic, Pandhita Hapsari, mahasiswa Sastra Arab angkatan 2023 meraih juara pertama sekaligus penghargaan naskah terbaik. Rekannya, Muhammad Hayyi’ Rosyada dari angkatan 2024, mendapatkan juara ketiga pada kategori yang sama. Sementara itu, Haris Arfakhsyadz Azka Maula, mahasiswa Sastra Arab angkatan 2024 berhasil meraih juara kedua Champion Orator Arabic serta penghargaan pidato spontan terbaik. Selama mengikuti rangkaian kegiatan di Malaysia, para mahasiswa tersebut didampingi secara resmi oleh Dr. Zurfa Purnamawati, M.Hum., kepala program studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya UGM, sebagai bentuk dukungan program studi selama kompetisi berlangsung.

MLO 3.0 diselenggarakan oleh Akademi Pengajian Bahasa UiTM sebagai ajang kompetisi bahasa dengan empat kategori utama, yakni Bahasa Melayu, Inggris, Arab, dan Mandarin. Rangkaian kegiatan dimulai dari pendaftaran peserta pada 30 Oktober 2025, pengumpulan video babak penyisihan hingga 6 November 2025, proses penilaian pada 8 sampai 15 November 2025, pengumuman hasil awal pada 17 November 2025, babak final tatap muka pada 15, dan 16 Desember 2025 ditutup dengan upacara penutupan sehari setelahnya.

Dalam deskripsi resminya, pihak penyelenggara menyebutkan bahwa Poetry Recital merupakan kompetisi penulisan dan pembacaan puisi multibahasa yang mendorong ekspresi dalam beberapa bahasa serta merayakan keberagaman dan persatuan budaya. Adapun kategori Orator Champion dipaparkan sebagai ajang pidato multibahasa yang memfasilitasi penyampaian gagasan lintas tradisi untuk memperkaya nilai budaya dalam berbicara di ruang publik.

Capaian para mahasiswa Sastra Arab UGM dalam MLO 3.0 ini menunjukkan kapasitas akademik dan keterampilan kebahasaan yang kompetitif di tingkat internasional. Partisipasi aktif dalam forum global semacam ini memperkuat peran bahasa sebagai jembatan dialog antarbudaya, sekaligus menegaskan pentingnya pengembangan pendidikan yang berorientasi pada kolaborasi lintas bangsa demi masa depan yang berkelanjutan.

 

Penulis: Candra Solihin

 

#SastraArabUGM

#FIBUGM

#SDGs4:QualityEducation

#SDGs10:ReducedInequalities

#SDGs17:PartnershipsfortheGoals

28 Mahasiswa Sastra Arab UGM Berpartisipasi dalam UNDIP Muslim Festival 2025

28 Mahasiswa Sastra Arab UGM Berpartisipasi dalam UNDIP Muslim Festival 2025

Semarang, 25 Oktober 2025 – Sebanyak 28 mahasiswa program studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada berpartisipasi dalam ajang UNDIP Muslim Festival yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025 di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Para peserta mengikuti tiga cabang perlombaan, yaitu Cerdas Cermat Islam (CCI), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Rombongan berangkat dari UGM pada pukul 04.00 WIB dan tiba di Universitas Diponegoro pada pukul 08.00 WIB. Setibanya di lokasi, seluruh delegasi melaksanakan sarapan bersama sebelum memasuki rangkaian kegiatan festival. 

Setelah menghadiri Grand Opening sebagai awal resmi acara, para peserta diarahkan menuju ruang perlombaan masing-masing sesuai cabang yang diikuti. Pada cabang CCI, perwakilan mahasiswa Sastra Arab UGM berhasil melaju ke babak semifinal, menunjukkan prestasi membanggakan bagi program studi. Seluruh kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme, menandai kontribusi mahasiswa Sastra Arab UGM dalam pengembangan prestasi dan kompetensi mahasiswa. Partisipasi ini juga mendukung tujuan SDGs, khususnya pada SDG 4: Quality Education serta SDG 16: Peace, Justice, and Strong Institutions.

 

Penulis: Azka Dihya Khaliffa

 

#SastraArabUGM

#Lomba

#UNDIPMuslimFestival

#SDGs4:Quality Education

#SDGs16:Peace,Justice,andStrongInstitutions

Dua Mahasiswa Sastra Arab UGM Lolos ke Tahap Semifinal dalam Al-Istiqama International Arabic Public Speaking Competition 2025

Dua Mahasiswa Sastra Arab UGM Lolos ke Tahap Semifinal dalam Al-Istiqama International Arabic Public Speaking Competition 2025

Yogyakarta, 24 Oktober 2025 – Dua mahasiswa Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Sultan Amirul Muttaqin dan Jibriel Sayyid Ishaq berhasil lolos ke babak semifinal dalam Al-Istiqama International Arabic Public Speaking Competition 2025. Mereka adalah dua dari 17 peserta terpilih dari berbagai negara yang berhasil melaju ke babak semifinal setelah melalui seleksi sengit dalam babak penyisihan.

Pada babak semifinal ini, perlombaan masih diselenggarakan secara daring, yaitu mengumpulkan video pidato dengan tema yang berbeda dari tema yang telah diambil pada tahap sebelumnya. Tahapan ini menjadi momentum penting bagi Sultan dan Jibriel untuk menunjukkan kedalaman analisis, kreativitas berpikir, serta kemampuan berargumentasi yang kontekstual dengan isu global masa kini.

Program Studi Sastra Arab UGM tetap memberikan dukungan penuh kepada Sultan dan Jibriel pada tahap semifinal ini, mulai dari bimbingan penyusunan naskah pidato, pelatihan artikulasi, intonasi, dan ekspresi tubuh. Tak hanya itu, prodi juga memfasilitasi mereka dalam pengambilan dan penyuntingan video. Dukungan ini membuktikan komitmen prodi dalam mendorong mahasiswa Sastra Arab untuk mengasah kemampuan mereka pada perlombaan tingkat internasional.

 

Partisipasi Sultan dan Jibriel dalam kompetisi ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa Sastra Arab UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education), SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Keberhasilan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Sastra Arab lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berlaga hingga tingkat internasional.

 

Penulis: Muhammad Ardiansyah

 

#SASTRAARAB

#SASTRAARABUGM

#FIBUGM

#SDGS4:QualityEducation

#SDGS16:PeaceJusticeandStrongInstitutions

#SDGS17:PartnershipsforGoal