Pos oleh :

masarif_abe

28 Mahasiswa Sastra Arab UGM Berpartisipasi dalam UNDIP Muslim Festival 2025

28 Mahasiswa Sastra Arab UGM Berpartisipasi dalam UNDIP Muslim Festival 2025

Semarang, 25 Oktober 2025 – Sebanyak 28 mahasiswa program studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada berpartisipasi dalam ajang UNDIP Muslim Festival yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025 di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Para peserta mengikuti tiga cabang perlombaan, yaitu Cerdas Cermat Islam (CCI), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Rombongan berangkat dari UGM pada pukul 04.00 WIB dan tiba di Universitas Diponegoro pada pukul 08.00 WIB. Setibanya di lokasi, seluruh delegasi melaksanakan sarapan bersama sebelum memasuki rangkaian kegiatan festival. 

Setelah menghadiri Grand Opening sebagai awal resmi acara, para peserta diarahkan menuju ruang perlombaan masing-masing sesuai cabang yang diikuti. Pada cabang CCI, perwakilan mahasiswa Sastra Arab UGM berhasil melaju ke babak semifinal, menunjukkan prestasi membanggakan bagi program studi. Seluruh kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme, menandai kontribusi mahasiswa Sastra Arab UGM dalam pengembangan prestasi dan kompetensi mahasiswa. Partisipasi ini juga mendukung tujuan SDGs, khususnya pada SDG 4: Quality Education serta SDG 16: Peace, Justice, and Strong Institutions.

 

Penulis: Azka Dihya Khaliffa

 

#SastraArabUGM

#Lomba

#UNDIPMuslimFestival

#SDGs4:Quality Education

#SDGs16:Peace,Justice,andStrongInstitutions

Talkshow Edukatif SEDASA: Suara Pemuda untuk Kemajuan Desa

Talkshow Edukatif SEDASA: Suara Pemuda untuk Kemajuan Desa

Yogyakarta, 27 September 2025 – Kolaborasi Ikatan Mahasiswa Sastra Arab (IKMASA) UGM dengan Departemen Pengembangan Masyarakat Desa BEM KM UGM menghadirkan acara inspiratif bertajuk Talkshow Edukatif SEDASA (Suara Pemuda untuk Kemajuan Desa) sebagai bagian dari rangkaian program Gemilang Desa 2025. Bertempat di Auditorium Gedung Poerbatjaraka, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 27 September 2025 pukul 13.00–15.30 WIB dengan suasana penuh semangat dan antusiasme peserta.

Talkshow ini menghadirkan para pembicara inspiratif, yaitu Joko Susilo (Founder Gunungkidul Menginspirasi dan Head of Training and Consultancy Nalar Institute), Prof. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D. (Guru Besar Fakultas Pertanian UGM), serta KPH H. Yudanegara, Ph.D. (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil DIY) sebagai keynote speaker. Acara ini dipandu oleh Antonia Elena Listya Araminta, Duta Lingkungan DIY 2025, yang membawakan jalannya diskusi dengan hangat dan interaktif.

Sebagai inisiator utama dalam kegiatan ini, IKMASA berperan penting dalam menginisiasi konsep acara, menyusun rangkaian kegiatan, serta menggalang kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat keterlibatan pemuda dalam pembangunan desa. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berdialog langsung dengan para ahli dan praktisi mengenai isu-isu desa di era modern, mulai dari pengembangan potensi lokal, pemanfaatan teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Acara ini juga dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa UGM, pelajar SMA/SMK di Yogyakarta, serta delegasi dari universitas lain seperti UPN dan UNDIP. Kehadiran lintas institusi ini menambah nilai kolaboratif dalam memperkuat semangat pemuda terhadap kemajuan desa.

Setelah sesi talkshow, panitia melanjutkan kegiatan dengan pembagian hadiah dan pengumuman juara berbagai lomba dalam rangkaian kompetisi Gemilang Desa 2025. Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Faris Zakiy Ramadhan, mahasiswa Sastra Arab 2023 sekaligus Koordinator Umum Gemilang Desa, yang menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menghidupkan gagasan untuk desa.

Melalui kolaborasi antara IKMASA dan BEM KM UGM, acara ini tidak hanya menjadi ruang inspiratif bagi generasi muda untuk memahami isu-isu desa, tetapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 17 (Partnership for the Goals).

Dengan semangat kolaborasi, Talkshow Edukatif SEDASA 2025 membuktikan bahwa mahasiswa UGM, melalui peran aktif IKMASA, mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi nyata bagi kemajuan desa dan masyarakat Indonesia.

 

Penulis: IKMASA UGM

 

#IKMASAUGM
#BEMKMUGM
#SEDASA2025
#GemilangDesa
#FIBUGM
#SDGs4QualityEducation
#SDGs8DecentWorkAndEconomicGrowth
#SDGs17PartnershipForTheGoals

IKMASA Gelar “Arab World Youth Summit” – A Biennial Forum for Young People

IKMASA Gelar “Arab World Youth Summit” – A Biennial Forum for Young People

Yahudi Bukan Berarti Israel, Israel Belum Tentu Zionis. 

Akankah narasi nasionalis Yahudi “Zionisme” kini menjelma menjadi alat politik demi legitimasi ekspansi Israel? Lantas, di mana posisi Indonesia sebagai juru damai di kancah internasional dalam konflik Palestina – Israel?

Yogyakarta, 8 November 2025 – Ikatan Mahasiswa Sastra Arab (IKMASA), Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada menggelar acara “Arab World Youth Summit” bertema “Menentukan Arah: Narasi Besar dan Langkah Strategis Indonesia di Dunia Arab” pada Sabtu (8/11) di Auditorium Poerbatjaraka, FIB UGM. Rangkaian kegiatan Arab World Youth Summit meliputi jelajah kampus, sahara panel diskusi, focus group discussion, sesi presentasi, personal speech, hingga awarding session.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tamu undangan serta 45 delegasi yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa dari Indonesia dan berbagai negara, termasuk Pakistan, Tanzania, Palestina, dan Kenya.

Sebelum acara pembukaan berlangsung, para delegasi mengikuti kegiatan jelajah kampus yang didampingi oleh delapan co-fasilitator dari setiap firqah, yaitu Suriah, Palestina, Libya, Maroko, Irak, Qatar, Tunisia, dan Mesir. Rute kegiatan dimulai dari FIB dan melintasi sejumlah fakultas di lingkungan UGM, antara lain Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Kehutanan, hingga Gedung Pusat (GSP) dan Balairung UGM. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat komunikasi dan membangun semangat kolaboratif antar peserta selain untuk memperkenalkan lingkungan UGM. Setelah semua firqah kembali ke titik awal di FIB, acara dilanjutkan dengan sesi coffee break sebagai waktu jeda sebelum rangkaian kegiatan resmi dimulai.

Setelah sesi coffee break, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh pembawa acara. Kemudian berlanjut pada sesi sahara panel diskusi bersama dua narasumber utama, Mohammed Adil Salim Algoul, S.T., M.T., M.Ag., Imam dan Khatib Masjid Al-Ikhlas Nuseirat, Gaza; serta Prof. Dr. Siti Muti’ah Setiawati, M.A., Guru Besar Bidang Geopolitik Timur Tengah FISIPOL UGM. Sesi diskusi dimoderatori oleh Azky Zidane Qoimul Haq, selaku Project Director Madara UGM. Sesi tersebut membahas terkait konflik Palestina – Israel dan peranan Indonesia di dalamnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Siti Muti’ah Setiawati menegaskan bahwa Indonesia telah menandatangani Deklarasi Hak Asasi Manusia PBB pada 10 Desember 1948. Ia menilai bahwa hak-hak bangsa Palestina telah dirampas, sedangkan Israel telah melanggar hukum internasional, hak asasi manusia, dan hukum humaniter.

Sementara itu, Mohammed Adil Salim Algoul menyampaikan bahwa,

“Amerika kontrol Israel itu salah. Kata orang politik sendiri, Pak Presiden Amerika sendiri mengatakan bahwa Israel mengontrol Amerika, karena ada lobi Zionis di sana. Kata Zionis lebih besar dari Israel.”

Beliau juga menambahkan bahwa zionisme memiliki kecakapan dalam menciptakan istilah-istilah untuk membentuk narasi sosial, sebagaimana dalam sejarah Indonesia muncul pembagian antara kaum santri, priyayi, dan abangan yang merupakan bentuk politik devide et impera. Menurutnya, Palestina perlu melawan hal tersebut dengan menciptakan narasi dan istilah tandingan.

Kemudian, kegiatan berlanjut dengan Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh seluruh delegasi Arab World Youth Summit. FGD berlangsung selama 45 menit dan menjadi ruang dialog, kolaborasi, serta perumusan narasi besar dan langkah strategis Indonesia di kawasan dunia Arab. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi kelompok serta personal speech untuk melatih kemampuan  berbicara setiap delegasi di depan publik.

Menjelang penutupan acara, dilakukan pembacaan hasil awarding IMPACT (Interdisciplinary Madara Essay Presentation Competition), sebuah kompetisi esai tingkat nasional yang terdiri atas dua kategori, yakni pelajar dan mahasiswa. Selain itu, diumumkan pula penghargaan Best Group Presentation, yang diraih oleh kelompok Suriah, serta penghargaan The Most Outstanding Delegate at the Arabic World Youth Summit 2025, yang diraih oleh As’ad Najmuddin, mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII).

Rangkaian kegiatan Arab World Youth Summit menunjukkan bahwa Madara UGM bukan sekadar portal media atau forum diskusi, melainkan cerminan pentingnya dialog dan keberanian untuk berpikir lintas batas, selaras dengan  SDGs 4 (Quality Education),  SDGs 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals)

Masa depan dunia ditentukan oleh mereka yang berani membuka ruang pertemuan, bukan membangun sekat. Kini, giliran kita,  generasi muda Indonesia  menentukan arah diplomasi, membangun narasi besar, dan merumuskan langkah strategis menuju dunia Arab.

 

Penulis: Hashifa Zara Ahfiyani

 

#SASTRAARABUGM

#MADARAUGM

#SDGs4:QualityEducation

#SDGs16:Peace,Justice,andStrongInstitutions

#SDGs17:PartnershipsfortheGoals

Program Studi Sastra Arab UGM Turut Berpartisipasi dalam Acara Lokakarya Asesmen Standar Kurikulum Bahasa Arab di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Program Studi Sastra Arab UGM Turut Berpartisipasi dalam Acara Lokakarya Asesmen Standar Kurikulum Bahasa Arab di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Jawa Barat, 29 Oktober 2025 – Tim kurikulum Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi dalam Lokakarya Asesmen Standar Kurikulum yang diselenggarakan oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini diikuti oleh 19 program studi Bahasa dan Sastra Arab dari berbagai perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Agama. Beberapa perguruan tinggi yang turut hadir adalah Universitas Gadjah Mada, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Hasanuddin, UIN Alauddin Makassar, Universitas Muslim Indonesia, Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember, STAI Riyadlul ‘Ulum Tasikmalaya, UIN Raden Fatah  Palembang, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Gunung Djati, UIN Satu Tulungagung, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Ahmad Dahlan, UIN Salatiga, Universitas al-Azhar Indonesia, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Hal ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi lintas lembaga guna merumuskan arah baru pembelajaran bahasa Arab yang responsif terhadap dinamika zaman.

Acara pembukaan yang berlangsung di Auditorium Gedung SBSN Siber lantai 8 tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas dan pengurus pusat Ittihad Aqsam al-Lughah al-’Arabiyyah wa Adabiha (IQLAB). Ketua Umum IQLAB, Dr. Uki Sukiman (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antar prodi Bahasa dan Sastra Arab yang semakin maju baik dalam segi keilmuan maupun jumlah. Lokakarya secara resmi dibuka oleh Dr. Wakhid Nashruddin, Wakil Dekan I Bidang Akademik UIN Siber Syekh Nurjati, yang menegaskan urgensi peninjauan kurikulum guna meningkatkan daya saing lulusan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyusunan dan asesmen kurikulum yang dipandu oleh Ketua Bidang Kurikulum dan Penjaminan Mutu IQLAB, Haeruddin, M.A. (Universitas Hasanuddin), yang memaparkan konsep Outcome-Based Education (OBE) serta pentingnya asesmen berkelanjutan dalam pengembangan kurikulum. 

Pada hari kedua lokakarya, peserta melakukan implementasi self-assessment terhadap kurikulum masing-masing prodi dan mengesahkan dua dokumen penting: Panduan Penyusunan Kurikulum dan Panduan Asesmen Naskah Kurikulum, yang ditandatangani oleh semua peserta lokakarya dan disahkan oleh Ketua Umum IQLAB Indonesia, Dr. Uki Sukiman, M.Ag, didampingi oleh Sekjend IQLAB Indonesia, Siti Aminah, S.S.,M.A. dari Universitas Gadjah Mada

Selain agenda akademik, lokakarya ini juga menjadi ajang mempererat jejaring dan kolaborasi antar perguruan tinggi. Di penghujung kegiatan lokakarya, peserta diajak mengenal budaya lokal Cirebon melalui kunjungan ke Keraton Kasepuhan Cirebon dan Masjid Sang Cipta Rasa, disusul dengan wisata kuliner khas empal gentong di Krucuk.

Melalui kegiatan ini, IQLAB Indonesia dan seluruh peserta lokakarya menunjukkan komitmen untuk memperkuat mutu pendidikan Bahasa dan Sastra Arab di Indonesia, memperluas kerjasama lintas lembaga, serta mendorong penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan zaman dan standar pendidikan global.

 

Penulis: Siti Aminah, S.S.,M.A.

 

#SastraArabUGM

#IQLABIndonesia

#SDGs4:QualityEducation

#SDGs9:Industry,Innovation,andInfrastructure

#SDGs17:PartnershipsfortheGoals